Program Berdampak Pada Murid







MERDEKA BELAJAR TUMBUHKAN IDENTITAS BANGSA

Oleh : Agus Danu Raharjo 
(Guru SMPN 2 Lebakwangi, CGP-3 Kab. Kuningan Jabar)   

Seorang murid adalah anggota dari sebuah keluarga yang terdiri dari adik, kakak, ibu, bapak, kakek, nenek, paman, bibi dan lainnya. Seorang murid juga adalah seorang anggota dari komunitas kelasnya yang terdiri dari murid yang lainnya dan gurunya. Dia juga sebagai anggota dari komunitas sekolah yang terdiri dari murid-murid, guru-guru, kepala sekolah, staf tata usaha, penjaga, tukang kantin dan sebagainya. Lebih luas lagi, seorang murid merupakan anggota dari komunitas sekitar sekolah yang terdiri atas masyarakat, tokoh, lembaga yang ada dan lainnya. Selain itu, dia juga seorang anggota dari komunitas masyarakat secara umum, yang mana didalam masyarakat tersebut terdapat berbagai macam anggota seperti perusahaan, pemerintahan, kelompok adat, komunitas lainnya, sekolahan, dan lain sebagainya.

Komunitas-komunitas yang disebutkan tadi baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi proses pembelajarannya. Komunitas-komunitas tersebut adalah aset sosial yang harus dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas pembelajarannya, termasuk dalam hal ini adalah menumbuhkembangkan aspek kepemimpinan murid, yaitu dengan cara mennyokong ‘suara, pilihan dan kepemilikan’ murid.

Sekolah adalah tempat transfer ilmu dan teori juga praktik kecil atas suara, pilihan dan kepemilikan murid. Secara terstruktur, ini telah tertanam dalam kurikulum pembelajaran. Berbagai metode, teknik bahkan trik skenario pembelajaran terus dikembangkan salah satunya untuk menggali, melatih dan mengembangkan suara, pilihan dan kepemilikan murid. Selain itu, tak lepas juga dalam bersosial dengan sesama warga sekolah baik dalam situasi formal maupun nonformal, hal ini terus selalu diupayakan. Hentikan semua tindakan untuk mengatur, menggerakkan, mempola tindakan dan lain sebagainya dalam ranah sempit. Mulai sekarang, berikan kesempatan kepada murid untuk dapat mengeluarkan suara, menentukan pilhan dan menumbuhkembangkan rasa kepemilikan mereka atas apa yang mereka hadapi.

Komunitas-komunitas selain sekolah adalah tempat praktek besar dan implementasi atas sebagian ilmu yang telah diperoleh di sekolah. Para pemimpin komunitas, kepala-kepala perusahaan, kepala pemerintahan, ketua-ketua kelompok, bahkan kepala keluarga, sudah seharusnya bersinergi dapat mendukung platform besar ini. Berikan kesempatan murid-murid kita, generasi-generasi penerus bangsa kita untuk buka suara, dapat menentukan pilihan dan memiliki rasa kepemilikan yang tinggi.

Menggali dan menumbuhkembangkan suara, pilihan dan kepemilikan murid sebagai penguat identitas diri maupun bangsa. Guru-guru diharapkan bisa bergerak bersama dari sektor pendidikan untuk dapat menggali seluas-luasnya suara mereka, melatih murid semaksimalnya dalam menentukan pilihan mereka baik dalam pembelajaran maupun dalam bersosial, menumbuhkan dan menguatkan kepemilikan mereka menguatkan identitas dan karakter bangsa, kepercayaan diri bangsa, dan kekuatan diri bangsa yang saat ini nyaris hilang, sehingga bangsa Indonesia bisa kembali bersinar di kancah dunia.

#Salam dan Bahagia

#Salam Merdeka Belajar

Penilaian Harian IPA 9

Koneksi Antar Materi - Modul 3.1.a.9 - PGP-3-Kng

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri

oleh : Agus Danu Raharjo 

Panduan Pertanyaan untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri):

  • Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Kalau kita lihat lagi ke asal mula munculnya pendidikan, konsep yang dikenalkan oleh Ki Hajar Dewantara adalah momong, among, dan ngemong yang kemudian dikembangkan menjadi tiga prinsip kepemimpinan di Taman Siswa: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Pada dasarnya, konsep-konsep pendidikan KHD ini mengutamakan cinta dan kasih sayang. Mendidik sebagai mana yang dilakukan orangtua kepada anak-anaknya sendiri.

Ing Ngarsa Sung Tuladha yang berarti di depan. Maksud di depan adalah seorang guru harus bisa memberi teladan atau contoh. Teladan menjadi kata kunci kesuksesan dalam pembelajaran, sehingga ketika pembelajaran berlangsung seorang guru harus membimbing dan mengarahkan agar tujuan pembelajaran apapun yang dipelajari murid menjadi benar dan tepat. Dalam kenyataannya guru tanpa sadar telah menjadi panutan bagi murid baik dari kata maupun perbuatannya. Oleh karena itu guru selain menguasai pengetahuan dia juga harus mempunyai pribadi yang dapat dicontoh.

Ing Madya Mangun Karsa yang artinya berada ditengah-tengah atau diantara seseorang dan bisa menciptakan prakarsa serta ide. Seorang guru memiliki peranan penting untuk menstimulus muridnya agar dapat tercipta prakarsa dan ide di dalam proses pembelajaran. Kehadiran guru dapat memfasilitasi dengan beragam metode dan strategi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Selain itu, potensi yang dimiliki oleh murid dapat berkembang dengan baik.

Tut Wuri Handayani yang artinya dari belakang seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan dan arahan. Pada pengertian itu seseorang harus dapat mendorong orang yang dalam tangungjawabnya untuk mencapai tujuan secara berkelanjutan dalam pekerjaannya.

Ki Hajar Dewantara juga mengedepankan pendidikan karakter. Beliau mengajarkan bagaimana kita bisa memerdekakan diri kita sendiri dan tentu saja merdeka sebagai rakyat, bangsa, dan negara. Singkatnya, Ki Hajar Dewantara mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang percaya diri baik sebagai individu maupun bagian dari sebuah bangsa.

Dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran setidaknya seorang guru harus memahami dulu nilai kebajikan mana yang sedang bertentangan, kemudian prinsip yang mendasarinya adalah untuk kepentingan murid. Kalaupun harus mengambil prinsip berdasar aturan, maka tujuannya adalah untuk pembelajaran kepada murid dan kebaikan banyak orang.

 

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Setiap orang pasti memiliki dan mendambakan nilai-nilai kebajikan baik yang dilakukan kepada orang lain maupun yang diterima dari orang lain terhadap dirinya. Walaupun terkadang karena situasi dan kondisi tertentu menyebabkan pudarnya nilai-nilai kebajikan tersebut. Seorang guru sebagai orang yang harus dapat digugu dan ditiru maka guru menjadi suri tauladan bagi murid-muridnya. Nilai-nilai kebajikan yang guru miliki harus tercermin dalam perilakunya sehari-hari, terlebih dihadapan murid yang notabene akan meniru dan menjadikannya sebagai teladan dan panutan.

Dalam pembelajaran di sekolah, hendaknya guru memandang murid sebagai anaknya. Cinta dan kasih sayangnya terhadap murid ditumpahkan ditumpahkan untuk kematangan, kemandirian, keberhasilan sang murid. Walaupun sudut dan cara pandang orang berbeda-beda, namun tetaplah kita selalu memihak pada kepentingan masa depan murid. 

  • Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Pada praktek Coaching terdapat aspek kritis dalam hal identifikasi permasalahan, rencana aksi dan juga pada tanggung jawab coachee atas langkah yang diambilnya, termasuk didalamnya adalah refleksi dari langkahnya. Coach membantu coachee dalam menemukan solusi atas permasalahannya sendiri, sementara itu pengambilan keputusan dalam nuansa pembelajaran yang berpihak pada murid, guru mengambil keputusan atas kritisi-kritisi, ketajaman analisa paradigma benar vs benar.

  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Kompetensi Sosial Emosional yang mencakup 5 aspek yaitu Kesadaran Diri, Pengelolaan Diri, Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab, Keterampilan Relasi dan Kesadaran Sosial harus tertanam dalam diri seorang guru. Kompetensi ini sangat mempengaruhi seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan.Dengan demikian diharapkan proses pengambilan keputusan dilakukan dengan penuh kesadaran, melihat dari berbagai sudut, terlebih untuk kepentingan murid, jangan sampai berat sebelah dan dari sudut pandang yang sempit. Keputusan yang matang akan berjalan dengan baik, resiko minimal, dan tentunya lebih banyak pihak yang ikut bertanggung jawab. 

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Analisa dari sebuah kasus pertamanya adalah mengenali dulu nilai-nilai apa yang sedang bertentangan sehingga bisa dipastikan apakah itu dilema etika atau bujukan moral. Jika nilai-nilai moral atau etika yang sedang bertentangan, maka seorang guru harus bisa merunut nilai moral/etika tersebut dari lingkup terluas (global) sampai ke lingkup terkecil. Misalnya, bertegur sapa antara murid dan guru, di beberapa negara bahkan daerah / lingkungan setempat pun memiliki perbedaan dan ciri khas nya masing-masing. Seorang guru pemimpin pembelajaran harus mampu melihat dan mengenali serta tak lupa, MEMBELAJARKAN kepada murid-murid tentang etika atau moral baik yang berlaku di lingkup terkecil sampai dengan lingkup global.


  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Keputusan yang dianggap tepat adalah keputusan yang dapat memuaskan pihaknya, sebaliknya keputusan yang tidak tepat adalah keputusan yang tidak berada dipihaknya. Tentu tidak akan ada atau sangat jarang sekali, sebuah keputusan bisa memuaskan berbagai pihak. Namun setidaknya keputusan yang diambil adalah keputusan win win solution untuk kedua belah atau berbagai pihak. Misalnya dari dua hal yang diputuskan tersebut, pihak pertama senang dengan hal pertama namun kurang senang dengan hal kedua. Sebaliknya pihak kedua kurang senang dengan hal pertama dan sangat senang dengan hal kedua. Dengan demikian diharapkan kedua belah pihak bisa menyadari dan bersama-sama bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil. Jikalau sudah demikian maka suasana akan menjadi piositif, lingkungan kondusif, aman nyaman dan terkendali.

  • Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Paradigma adalah cara seseorang terhadap suatu masalah. Paradigma atas masalah atau kasus yang sama dari orang yang berbeda bisa saja berbeda juga. Setiap orang punya cara memandangnya masing-masing, apalagi jika ditambah sifat egoisme yang dominan. Paradigma bisa selaras jika ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh pihak-pihak bertentangannya sama. Perubahan jaman telah memuudahkan masuknya informasi dari luar masuk ke dalam diri seseorang. Hal ini akan sedikit besarnya mempengaruhi paradigma seseorang.

  • Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Apapun yang dilakukan guru akan ditiru oleh murid-muridnya, maka dari itu berhati-hatilah dalam bertindak termasuk juga dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang bijaksana tentunya menghormati hak-hak murid. Melalui 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah, diharapkan keputusan tersebut bisa benar-benar berpihak pada kepentingan murid. 

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Keputusan - Berpihak pada murid - Selamat dan Bahagia - Sukses dimasa yang akan datang. Itulah kata-kata kunci untuk menjawab pertanyaan di atas. Keputusan yang dilakukan dengan dasar, prinsip dan langkah yang serius insyaallah akan menjadi keputusan yang baik dan berpihak terutama bagi murid-murid kita. Selanjutnya murid akan merasa diperhatikan dan dimuliakan pembelajarannya, aktifitasnya dan hidupnya, sehingga mereka merasa senang, selamat dan bahagia dan ini bisa membawa mereka kedalam kesuksesan dimasa yang akan datang.

  • Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Mulai pembelajaran di modul 1 sampai dengan modul 3 ini telah banyak sekali pelajaran-pelajaran yang didapat. Program Guru Penggerak ini sangat memberikan tantangan tersendiri buat saya selaku guru. Modul 1 yang mempelajari tentang pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara sangat menggugah, menginspirasi dan mengubah mindset saya. Disebutkan bahwa pembelajaran adalah untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan, murid ibarat benih-benih dan kita harus menjamin agar benih-benih tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal, murid adalah manusia yang harus dimanusiakan dalam proses pembelajaran, murid mempunyai kodrat alam. Pembelajaran harus diselaraskan dengan kodrat alam, pemikiran Ing Ngarso Sung tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani artinya di depan memberi teladan, di tengah memberikan tenaga dorongan, di belakang memberi dukungan mengingatkan kembali guru bersifat membimbing dan mengarahkan. Setelah dibimbing ke arah pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai mindset pemikiran kemudian saya mempelajari bagaimana pemikiran Ki Hadjar Dewantara tersebut diimplementasikan.  

Modul 2 mulailah saya mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang tergolong baru, seperti segitiga restitusi, Keyakinan kelas, Coaching, pembelajaran diferensiasi, KSE. Semua yang praktik-praktik baik tersebut pada dasarnya terinspirasi dari pemikiran Ki Hajar Dewantara. Bagaimana merespon perilaku murid yang agak melenceng, melalui Segitiga Restitusi kita coba kembalikan murid pada tujuan dan keinginannya. Bagaimana caranya membangun sinergitas dan disiplin dalam kelas, melalui pembentukan Keyakinan Kelas kita sepakat kan murid dalam kemampuan mendisiplinkan dirinya. Untuk menangani permasalahan- permasalahan yang mungkin dialami murid ataupun rekan guru, saya juga mendapatkan ilmu Coaching, dimana kita berusaha memancing keluar apa masalah, keinginan, rencana dan tanggungjawab coache untuk menyelesaikan masalahanya. Pembelajaran berdiferensiasi muncul karena murid itu berbeda-beda bakat dan minatnya, 

Modul 3 saya mendapatkan pengetahuan lagi tentang pemimpin pembelajaran dan pengambilan keputusan. Sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya membuat keputusan yang bijaksana, jika tidak tentunya akan berdampak terhadap murid. terdapat 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah Dengan langkah-langkah pengambilan keputusan, penerapan prinsip dan paradigma maka akan tercipta kebijakan yang bijaksana dan dapat memerdekakan murid. Dalam pengambilan keputusan juga kita sebagai pemimpin dapat memberikan kebebasan dan sangat menghargai hak dan kewajiban murid sehingga kemerdekaan belajar dapat tercapai sesuai pemikiran dari Ki hadjar Dewantara. Demikian, semoga bermanfaat.




MENINGKATKAN BUDAYA POSITIF MELALUI KEYAKINAN KELAS

 

Budaya positif di sekolah adalah kebiasaan-kebiasaan atau nilai-nilai di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Untuk memahami dan bisa melaksanakan budaya positif di sekolah mari kita pahami dulu hal-hal berikut ini;

A.      Kebutuhan Dasar Manusia (murid)

Manusia sebagai mahluk personal ataupun sosial tentu akan memiliki 5 kebutuhan dasar, yaitu Kebutuhan Bertahan hidup, Kasih sayang, Penguasaan, Kebebasan dan Kesenangan. Sebagai mahluk hidup biologis tentunya kebutuhan bertahan hidup sangat dipengaruhi oleh fisiologis kemahlukannya, seperti makan minum, kesehatan, tempat tinggal, bahkan seks. Empat kebutuhan lainnya merupakan kebutuhan psikologis, yaitu; kebutuhan kasih sayang berkaitan dengan perasaan aman dan perlindungan, kebutuhan penguasaan berkaitan erat dengan kepercayaan diri, kebutuhan kebebasan berkaitan dengan hasrat dan naluri, serta kebutuhan kesenangan berkaitan dengan segala macam bentuk hiburan. Kenali dan pahami ini semua sebagai kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap manusia.

B.      Disiplin dan Motivasi

Disiplin berasal dari akar kata “disciple” yang berarti murid atau pengikut. Mengikuti suatu komunitas, grup, ajaran bahkan lembaga pendidikan sekalipun, kita harus tahu konsekuensi apa yang akan dihadapi. Konsekuensi masuk sekolah militer tentunya akan berbeda dengan kondisi yang terjadi di sekolah umum lainnya, dimana di sekolah militer akan sangat ketat dengan segudang aturan. Untuk jadi seorang murid / pengikut, seseorang harus paham betul apa motivasinya, sehingga akan timbul motivasi intrinsiknya. Apapun yang dihadapi, kalau motivasi kita kuat akan mudah menghadapinya.

C.      Perubahan Paradigma

Paradigma merupakan cara pandang seseorang. Sebagai manusia yang telah memiliki bukan hanya sekedar otak yang dimiliki kelas reptilia dan mammalia yang mengutamakan refleks dan emosi, kita juga telah dibekali otak neokorteks yang mampu berpikir bijaksana. Demikian juga dengan cara pandang yang dilakukan manusia, harus bisa memandang dari berbagai sisi kemudian dicerna otak, mengapa orang lain berbuat begini dan berbuat begitu. Mari kita coba cara baru memandang dunia, kalau dulu paham kita adalah semua orang memandang hal yang sama, maka sekarang pahamilah bahwa setiap orang punya cara pandang yang berbeda; kalau dulu kita mencoba supaya orang lain berpandangan sama dengan kita, maka sekarang kita coba memahami pandangan orang lain; dulu kita memandang suatu kesalahan sebagai hal yang buruk dan harus dihukum, mka sekarang kita pahami bahwa semua perilaku memiliki tujuan; dulu kita berpandangan bahwa kita bisa mengontrol orang lain, sekarang kita pahami hanya dia yang bisa mengontrol dirinya; dulu kita memaksa tatkala bujukan gagal, sekarang berkolaborasi dan kesepakatan baru tercipta; dan dulu kita berpikir saya harus menang dan dia harus kalah, sekarang mari berpikir saya senang diapun senang.

Inilah hal-hal mendasar yang harus kita pahami terlebih dahulu baru setelah itu kita pahamkan juga ke murid-murid kita. Tahap berikutnya adalah membangun keyakinan kelas.

Suatu keyakinan akan lebih memotivasi seseorang dari dalam, atau memotivasi secara intrinsik. Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya
sekedar mengikuti serangkaian peraturan. Murid-murid pun demikian, mereka
perlu mendengarkan dan mendalami tentang suatu keyakinan, daripada hanya mendengarkan peraturan-peraturan yang mengatur mereka harus berlaku begini atau begitu. Keyakinan yang muncul dari murid, berupa kalimat positif, bermakna dan terjangkau untuk dilaksanakan.

Dengan terciptanya keyakinan kelas, maka teripta pula tatanan kehidupan kelas yang harmonis, dinamis dan kompetitif positif.

https://youtu.be/hT7QjsI2tkA

Spandawangi dan Pandemi

Spandawangi dan Pandemi

by: Agus Danu Raharjo


Nasib kami dimasa pandemi
memaksa kami jadi generasi transisi
dari manual jadi digital
dari tatap muka jadi virtual

walau belajar kami daring
terkadang bikin boring
bahkan kurus kering
tapi kami nggak miring

Tak ada lagi 
sapa senyum siswa siswi
spidol yang menari di papan tulis
bunyi meriuh di lapang upacara
sorak gemuruh di jam istirahat

belajar virtual kami hanya ngabsen
selanjutnya main game
belajar daring jadi senjata
lumayan buat nambah kuota data

biar kami generasi pandemi
biar kami generasi transisi
biarkan kami jadi alumni spandawangi
biarkan kami tetap mengabdi pada negeri

spandawangi membuat kami begini
spandawangi mengalihkan kami ke teknologi
spandawangi pasti di hati kami
jayalah spandawangi.....

PENGUMUMAN KELULUSAN SMPN 2 LEBAKWANGI TAHUN 2021

 

Assalamu’alaikum wr. Wb.

Hari ini adalah hari yang bersejarah buat kalian siswa-siswi kelas 9, karena hari ini adalah hari pengumuman kelulusan. Setelah kalian menempuh pendidikan selama 3 tahun, maka hari ini adalah hari penentuannya, apakah kalian LULUS atau TIDAK LULUS.

Tentunya bagi yang TIDAK LULUS, tidak usah berkecil hati, karena kesempatan untuk memperbaiki diri masih terbuka lebar.  Bagi siswa yang dinyatakan LULUS, jadikalah ini momen awal kalian untuk menambah semangat dan kerja keras dalam pendidikan kalian.

Untuk mengetahuinya, silakan kalian buka FORM di bawah ini, kemudian isikan NIS dan EMAIL YANG SEDANG AKTIF lalu kirim. Tunggu beberapa menit, selanjutnya buka email kalian dan disana akan ada kiriman Surat Keterangan Lulus/Tidak Lulus.

Salam Hangat dari kami, keluarga besar SMPN 2 Lebakwangi

Akses dibuka mulai pukul 17.30 wib


PAT 2021

 Selamat datang di portal Penilaian Akhir Tahun 2021 SMP Negeri 2 Lebakwangi. Silakan pilih mata pelajaran yang akan diikuti sesuai dengan jadwal yang tertera di bawah ini

Selamat Mengerjakan
🕐🕐🕐

Link untuk kelas 7, klik gambar di bawah ini


Link untuk Kelas 8, klik gambar di bawah ini




Filosofi Tanah

Belajar memposting. Kegiatan tulis 

Berikut adalah Latihan Soal untuk SMK, silakan didownload;
  1. Latihan Soal Fisika Teknologi Kelas X
  2. Latihan Soal Fisika Teknologi Kelas XI
  3. Latihan Soal Kimia Teknologi Kelas X
  4. Latihan Soal Kimia Teknologi Kelas XI
  5. Latihan Soal IPA Teknologi Kelas X
  6. Latihan Soal IPA Teknologi Kelas XI 
silakan didownload, cetak (print) dan kerjakan dikertas tersebut dan dikumpulkan

KOMPETENSI MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

SEKOLAH MENENGAH PERTRAMA (SMP)/MADRASAH TSANAWIYAH (MTs)

1.   Pengertian

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)  merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis, dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Perkembangan IPA selanjutnya tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta saja, tetapi juga munculnya “metode ilmiah” (scientific methods) yang terwujud melalui suatu rangkaian ”kerja ilmiah” (working scientifically), nilai dan “sikap ilmiah” (scientific attitudes). Sejalan dengan pengertian tersebut, IPA merupakan suatu rangkaian konsep yang saling berkaitan dengan bagan-bagan konsep yang telah berkembang sebagai suatu hasil eksperimen dan observasi, dan selanjutnya akan bermanfaat untuk eksperimentasi dan observasi lebih lanjut. 

Merujuk pada pengertian IPA di atas, maka hakikat IPA meliputi empat unsur, yaitu: (1) produk: berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum; (2) proses: yaitu prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah; metode ilmiah meliputi pengamatan, penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen, percobaan atau penyelidikan, pengujian hipotesis melalui eksperimentasi; evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan; (3) aplikasi: merupakan penerapan metode atau kerja ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari; (4) sikap: yang terwujud melalui rasa ingin tahu tentang obyek, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru namun dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. Oleh karena itu IPA bersifat open ended  karena selalu berkembang mengikuti pola perubahan dinamika dalam masyarakat.

Selengkapnya disini
RANGKUMAN MATERI IPA KELAS X
SMK HIDAYATUL ISLAM - GARAWANGI - INDONESIA

IPA merupakan salah satu ilmu tentang bagaimana memahami segala bentuk ciptaan Tuhan.  Dalam memaknai ciptaan Tuhan dibutuhkan kegiatan observasi atau kajian ilmiah. Dalam mengkaji suatu objek diperlukan adanya sikap-sikap ilmiah seperti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, jujur, objektif, tidak tergesa-gesa, sabar dan tekun. Contoh seorang anak akan dapat memperbanyak buah mangga jika dia memiliki rasa ingin tahuyang tinggi terhadap proses perkembangbiakan buah mangga. Objek  dikaji dalam IPA bersifat kongkret(nyata) sehingga diperlukan penalaran logis dalam mengkaji setiap hal yang berkenaan dengan penemuan di IPA. Adapun salah satu cara dalam mengkaji objek-objek di IPA yaitu dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah memuat langkah-langkah sistematis dalam memecahkan suatu masalah. Adapun langkah-langkah dalam metode ilmiah sebagai berikut,
  1. Merumuskan masalah harus memperhatikan beberapa hal diantaranya yaitu :
  • Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih
  • Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan
  • Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat dan jelas
  • Contoh : Mengapa sering terjadi kebakaran hutan di daerah Kalimantan?
  1. 2. Menyusun kerangka teori
  • Kerangka teori dapat diperoleh dari sumber bacaan, hasil penelitian orang lain, fakta yang ada di lingkungan
  • Kerangka teori bersifat mengumpulkan keterangan-keterangan dan informasi, baik secara teori maupun data-data fakta di lapangan
  • Dari keterangan-keterangan dan informasi tersebut diperoleh penjelasan sementara terhadap permasalahan yang terjadi
  1. 3. Menyusun hipotesis
  • Hipotesis = jawaban sementara yang masih perlu dicari kebenarannya
  • Ditulis dalam pernyataan
  • Sederhana dan jelas
  • Berdasarkan keterangan-keterangan atau informasi yang dikaji baik dari sumber bacaan maupun fakta
  • Contoh : “Kuantitas penambahan ragi dapat mempengaruhi kualitas tempe kedelai”
  1. Dalam penyusunan prosedur percobaan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu
  • Alat dan bahan yang akan digunakan
  • Pencantuman urutan langkah kerja
  • Perkiraan objek dan lokasi penelitian
  • Pencantuman garis besar pengolahan dan analisis data
  1. Pengambilan data/eksperimen
  • Bekerja sesuai dengan prosedur percobaan, tekun dan teliti
  • Data yang diambil sesuai fakta
  • Data bersifat kuantitatif (berupa angka) dan kualitatif (berupa sifat)
  • Dapat dilakukan melalui observasi (melibatkan panca indera)
  1. 6. Mengolah dan menganalisis data
  • Data hasil percobaan diolah berdasarkan acuan cara pengolahan data
  • Kerangka teori merupakan tolakan dalam mengolah dan menganalisis data
  • Menganalisis data dihubungkan dengan hipotesis yang telah disusun
  1. 7. Menarik Kesimpulan
  • Kesimpulan merupakan hasil analisis data yang dihubungkan dengan hipotesis yang telah disusun
  • Kesimpulan merupakan hasil generilisasi data-data objektif
  • Mencantumkan kekurangan dan kelebihan eksperimen
  1. 8. Melaporkan hasil penelitian
Pelaporan hasil penelitian berisi kata pengantar, daftar isi, judul percobaan, tujuan percobaan, rumusan masalah, rumusan kerangka teori, rumusan hipotesis, rumusan prosedur percobaan, data hasil percobaan, pengolahan dan analisis data, penarikan kesimpulan dan saran dan daftar pustaka




Keanekaragaman hayati muncul disebabkan oleh adanya ciri persamaan dan perbedaan yang dimiliki oleh mahluk hidup. Berdasarkan tingkatannya keanekaragaman hayati terdiri atas :
  1. 1. Keanekaragaman hayati tingkat gen
  2. Terdapat pada satu jenis mahluk hidup (cth perbedaan pada satu jenis ayam, kambing, sapi, bunga mawar), dll
  3. Dimunculkan oleh satu sifat beda (cth : pada bunga mawar hanya warna bunga, pada manusia perbedaan bentuk rambut), dll
  4. Dipengaruhi oleh faktor genetic dan lingkungan
  5. Perbedaan faktor genetic menghasilkan variasi
  6. Adanya perkawinan silang dapat menghasilkan varietas pada satu jenis mahluk hidup (cth : varietas padi)
    1. 2. Keanekaragaman hayati tingkat jenis
    2. Dipengaruhi oleh faktor genetic dan lingkungan
    3. Perbedaan antar jenis mahluk hidup (cth ; kucing dan harimau, terung dan cabe, dll)
      1. 3. Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem
      2. Dipengaruhi kondisi faktor abiotik dan biotic (flora dan fauna)
      3. Memiliki banyak perbedaan antar komponen yang satu dengan yang lain
      4. Contoh adanya ekosistem gurun(padang pasir), sabana dan stepa, hutan basah, hutan hujan tropis (keanekaragamannya tinggi), mangrove(hutan bakau), taiga, tundra(kutub)
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Keanekaragaman hayati yang tinggi ini ditandai dengan penyebaran berbagai jenis flora dan fauna. Di beberapa daerah  memiliki flora dan fauna khusus(endemic) seperti badak bercula satu di Ujung Kulon, Cendrawasih di Irian Jaya, Orang Utan di Kalimantan, Harimau di Sumatra, Bunga Rafflesia Arnoldi di Bengkulu, Anggrek Hitam di Kalimantan, Burung Jalak putih di Bali, Elang di Jawa. Akan tetapi, lahan konservasi untuk fauna sangat minim, sehingga fauna banyak mengalami kepunahan sehingga menjadi langka. Program Pemerintah untuk melestarikan flora dan fauna diantaranya yaitu adanya taman kota, adanya perlindungan insitu(dalam habitatnya, cth : komodo di pulau komodo), perlindungan secara eksitu(diluar habitatnya, cth : kebun raya bogor), adanya cagar alam, suaka marga satwa(perlindungan fauna), hutan lindung dan sebagainya. Adapun beberapa manfaat adanya keanekaragaman hayati yaitu objek wisata, pemenuh kebutuhan hidup manusia (sandang,papan,pangan), pembentukan kultur budaya, dll.
Kita mungkin masih ingat bahwa Sang Pencipta tidak hanya menciptakan manusia untuk mengatur bumi ini, tetapi mahluk hidup lain pun diciptakan sebagai motivator, gambaran perilaku dan kemajuan teknologi bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, kita harus dapat menjaga dan memelihara keutuhan keseimbangan lingkungan atau dapat mempertahankan mahluk hidup lain. Sebuah pepatah memberikan isyarat “Untuk mengetahui air laut asin, maka rasakan air laut itu”. Bagaiamana kita dapat menjaga dan memelihara suatu mahluk hidup? Keanekaragaman hayati merupakan bentuk banyaknya ciri persamaan dan perbedaan suatu mahluk hidup. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengenali ciri persamaan dan perbedaan tersebut sehingga kita dapat mengetahui ciri spesifik suatu mahluk hidup. Klasifikasi mahluk hidupmerupakan salah satu upaya dalam mengkaji ciri persamaan dan perbedaan suatu mahluk hidup. Kajian ciri persamaan dan perbedaan mahluk hidup meliputi morfologi, anatomi, fisiologi atau biokimia. Adapun tahapan dalam klasifikasi mahluk hidup terdiri atas :
  • Identifikasi ialah tahapan mengenal ciri dan sifat mahluk hidup dengan mengobservasi struktur, bentuk, warna, ukuran, cara bereproduksi, habitat dan perilakunya.
  • Pengelompokkan merupakan pembagian kelompok berdasarkan ciri persamaan dan perbedaan yang telah teridentifikasi pada suatu mahluk hidup.
  • Pemberian Nama adalah proses labeling yang mengacu terhadap aturan Binomial Nomenklatur yang dicetuskan oleh Carolus Linnaeus
Salah satu cara dalam proses klasifikasi atau mengenali ciri persamaan dan perbedaan suatu mahluk hidup adalah menggunakan “kunci determinasi”. Kunci determinasi merupakan alat bantu untuk menentukan kedudukan sistematik suatu mahluk hidup yang memuat daftar atau keterangan ciri-ciri mahluk hidup yang dapat diobservasi.  Adapun manfaat klasifikasi mahluk hidup antara lain sebagai berikut :
  1. Mengenal dan mempelajari suatu mahluk hidup
  2. Mengetahui hubungan kekerabatan antar mahluk hidup
  3. Mengetahui peranan mahluk hidup bagi manusia (bahan pangan, bahan sandang, bahan papan, bahan obat-obatan)
  4. Mengetahui cara menjaga kelestarian mahluk hidup tersebut.
Berdasarkan cara pengelompokkan, klasifikasi mahluk hidup mencakup :
a)       Sistem buatan adalah pengelompokkan mahluk hidup dengan dasar sifat morfologi yang mudah dilihat (bentuk dan ukuran).
b)       Sistem alami adalah pengelompokkan mahluk hidup dengan dasar ciri-ciri morfologi alami (ciri yang dimiliki mahluk hidup).
c)       Sistem filogenik adalah pengelompokkan mahluk hidup dengan dasar kedekatanhubungan kekerabatan diantara takson(tingkatan) atau memperhatikan persamaan ciri dan derajat perkemabangan takson. Semakin banyak persamaan maka semakin berkerabat. Contoh padi dan rumput, terung dan tomat, kucing dan harimau.
Carolus Linnaeus sebagai pencetus memberikan penamaan suatu mahluk hidup dengan istilah Binomial Nomenklatur (penamaan dengan 2 suku kata). Setiap mahluk hidup dikelompokkan dalam setiap takson (tingkatan kelompok) yang dengan urutan sebagai berikut :
  1. Pada Animalia                         : Kingdom, Phylum, Class, Ordo, Familia, Genus, Species
  2. Pada Plantae                           : Kingdom, Divisio, Class, Ordo, Familia, Genus, Species
Keterangan :           Kingdom: Kerajaan, Phylum : Keluarga besar, Class : kelas, Ordo : bangsa, Familia : suku atau keluarga, Genus : marga, Species :jenis
Beberapa syarat dalam penulisan nama ilmiah menurut Tatanama Binomial Nomenklatur yaitu :
  1. Ditulis tegak diberi garis bawah, contoh Ipoma aquatic
  2. b. Ditulis miring tanpa diberi garis bawah, contoh Ipoma aquatic
  3. Sk I hurup awal capital, suku kata II hurup awal ditulis tidak capital, SK I : Ipoma,   SK II : aquatica
  4. Terdiri dari 2 suku kata, suku kata I menunjukkan genus, suku kata II menunjukkan spesies contoh Ipoma: genus, aquatica : spesies
Sistem Klasifikasi 5 kingdom (Animalia, Plantae, Fungi, Monera, Protista, virus)
  1. Protista meliputi organisme bersel satu dan eukariotik. Contohnya protozoa, alga, dan protista mirip jamur
  2. Monera meliputi organisme prokariotik contohnya bakteri dan ganggang biru
  3. Fungi meliputi organisme eukariotik uniseluler dan multiseluler, tidak berklorofil, tersusun oleh hifa dan berkembang biak dengan spora. Contoh jamur merang, jamur kuping
  4. Plantae meliputi organisme eukariotik multiseluler dan dapat berfotosintesis. Contohnya, Bryophyta (lumut), Pteridophyta (paku), spermatophyta (biji)
  5. Animalia meliputi organisme eukariotik multiseluler, heterotrof dan dapat berpindah tempat. Contohnya Porifera, Coelenterata, Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.
Hewan vertebrata terbagi menjadi 5 kelas yaitu : pisces(hewan bersirip), Amphibi(hewan 2 alam), Reptil(hewan melata), Aves(hewan berbulu) dan Mamalia(hewan menyusui dan berambut).
Berdasarkan perkembangan teknologi diketemukan mahluk hidup peralihan yaitu Virus, jenis virus pertama kali diketemukan yaitu TMV. Sejalan dengan perkembangan teknologi diketemukan berbagai jenis virus yang secara umum memiliki ciri dapat dikristalkan, mahluk hidup peralihan, bereproduksi pada sel hidup, dan menyerang kekebalan tubuh.